Private Label Right ( PLR ) adalah kita mendapatkan licence untuk menjual produk yang telah kita beli dan kita brand atau kita memberikan nama produk tersebut sesuai dengan nama yang ingin kita berikan.

Binis ini sangatlah menguntungkan, karena kita tidak perlu membuat produk kita  sendiri. Karena orang lain sudah membuat produk tersebut dan kita beli dan kita “labeli” dengan nama yang kita inginkan.

Produknya bisa berupa Herbal, Kosmetik,Supplement, Informasi Produk, graphic, artikel dan bahkan video.

Berikut ini beberapa Keuntungan Menggunakan PLR:

– Menghemat Waktu, Kita tidak perlu menciptakan Produk kita sendiri

– Menghemat Uang, Karena Bayangkan Kita Harus Membuat Produk kita sendiri, Berapa banyak tenaga dan uang
yang harus kita keluarkan

– Lebih Cepat Dari Segi Marketing, Kita Tinggal Me Rebrand dan kita Promosikan Sebagai Produk Kita.

Salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan Maklon Bisnis. Maklon bisnis menyediakan kamu bisa membuat semua hal mulai dari niche Herbal, fashion, kosmetik, obat, minuman, mainan, gadget atau apa saja yang ada dan bisa dibuat dengan Merek kamu sendiri loh.

Nah, pada artikel ini saya akan share overview things yang harus kamu consider ketika ingin memulai maklon untuk membuat brand kamu sendiri.

Menentukan Bisnis Model yang Tepat

Hal pertama sebelum kamu memilih perusahaan partner manufacture untuk membangun produk kamu, ada setidaknya 4 hal yang harus kamu pikirkan matang-matang:

a. Riset Market

Mulailah membaca sebuah trend pasar, arahnya sedang kemana sih, ramenya di niche apa sih, orang-orang lagi suka kemana sih.

Nah jangan ngotot jualan produk yang orang lain gak cari! ingat itu, kenapa? ya karena gak akan ada yang beli. hehe

jadi, mulailah baca pasar, lalu mulailah ekstraksi ide bisnis dari sana. untuk melakukan riset secara online kamu bisa mulai dengan tool yang disediakan oleh google, yaitu Google Keyword Planner. dengan tool tersebut kamu bisa mencari tahu seberapa sering suatu kata kunci di ketikkan orang lain di Google loh.

Dan masalah riset produk ada banyak lagi hal lainnya yang bisa kamu lakukan. so keep exploring ya.

b. Mengecek Kompetitor

Langkah kedua yang bisa kamu lakukan adalah melakukan due diligence. Apabila sudah ketawan market trend ke arah tertentu, let’s say ke arah kosmetik.

selanjutnya kamu bisa mengecek pesaing yang bermain di niche ini, search saja di google, cek facebook fanspage, cek instagram mereka. buatlah catatan dan ambil kata kunci penting, dari sana kamu bisa mempelajari produk apa yang laku, cara membuat copywriting, cara membuat unique value dari brand kamu, harga yang mereka setting sampai kekurangan atau celah brand competitor.

secara kasarnya, mulailah dengan SWOT Analysis. S for strength, W for weakness, O for Opportunity dan T for threats.

c. Membangun USP produk Sendiri

Setelah melakukan due diligence dengan cara SWOT analysis (ini salah satu cara, ada banyak cara lain yang bisa kamu lakukan lainnya), langkah selanjutnya adalah kamu melakukan ekstraksi dan mulai memformulasikan USP brand kamu.

USP adalah unique selling proposition. artinya adalah hal apa sih yang unik dengan membelinya produk kamu. USP ini menjawab pertanyaan di benak customer tentang kenapa saya harus membeli produk ini dari Anda?

pikirkan hal ini dengan baik, maka kesuksesan produk akan ada di tangan.

d. Membuat Bisnis Model Canvas

Riset market sudah, setting USP sudah, cek kompetitor sudah. langah selanjutny adalah mulai membangun bisnis plan.

Eits, jangan takut dulu, bisnis plan di sini gak seribet yang kamu bayangin kok, dulu kita biasnaya harus membuat bisnis plan yang berlembar-lembar nya banyak banget, dan ini bikin pusing.

nah kalau kali ini kamu hanya perlu membuat 1 lembar saja yang terdiri dari 9 kotak yang menjelaskan tentang bisnis kamu.

9 kotak tersebut adalah: customer segment, value proposition, channel, relationship strategy, revenue streams, cost structure, key partners, key people dan juga key resources.

kalau kamu ingin mempelajari tentang ini, silahkan pelajari hal ini: Cara Membuat Business Lean Kanvas

 Memilih Partner Manufacture yang Tepat

Setelah melakukan 4 langkah pertama, sekarang saatnya kamu mencari partner manufacture yang tepat untuk bisnis kamu.

Sebagai contoh tadi untuk niche skin care kamu ingin mulai membangun serum anti aging dan mencari maklon serum anti aging atau mungkin jasa maklon kosmetik cream malam cream siang untuk menghilangkan jerawat, kamu bisa mulai dengan searching di Google dan catatlah kontak mereka dan hubungi satu persatu.

Berikut ini beberapa hal yang harus kamu cari informasi dari semua vendor.

a. Hal yang Perlu dipikirkan Ketika Memilih Manufacture Partner

  1. Apa bisa membuat bpom?
  2. apa perlu PT atau CV? atau cukup KTP saja?
  3. berapa MOQ nya? MOQ adalah minimum order quantity nya?
  4. bagaimana cara pemesanannya?
  5. apa saja yang bisa dibuat?
  6. berapa lama pengerjaan produknya?
  7. apa menyediakan design produknya juga?
  8. buat perjanjian atau MOU supaya manufacture partner tidak menjual produknya langsung ke end user

b. Maklon atau Titip Merk?

oiya, pertanyaan di atas adalah beberapa info mendasar yang perlu kamu cari tahu, setelah itu hal terakhir yang kamu harus pikirkan adalah apakah kamu akan memilih Maklon pada manufacture tersebut atau hanya sekedar titip merk.

Hmm bedanya apa ya antara Maklon ini dengan Titip merk?

kalau maklon, kamu minimal harus memiliki badan usaha bisa PT atau CV, nah dengan ini ketika di cek di BPOM pt atau cv kamu yang akan muncul di notifikasi BPOM. hal positifnya adalah brand kamu akan unik dan pt atau cv kamu akan ada di label kosmetiknya. namun hal ini juga memiliki kekurangan yaitu ketika akan ada sidak BPOM, kamu harus mulai siap-siap di kantor tempat PT atau CV kamu berada untuk disidak oleh BPOM

sedangankan dengan Titip Merk, kamu tidak perlu PT atau CV, tetapi merk kamu akan didaftarkan dengan nama pt atau cv tempat vendor kamu. kelebihannya cara ini adalah kamu tidak perlu khawatiri disidak bpom. namun kekurangannya adalah pt atau cv vendor akan ada dilabel produk tanpa ada nama pt atau cv kamu.

Mana yang Kamu Pilih?

semuanya balik lagi ke kamu, kalau kamu sudah yakin akan brand  kamu langsung saja daftarkand dengan metode maklon, tetapi kalau kamu masih pemula dan ingin coba-coba, daripada repot untuk mengurusi pt dan cv di awal yang memakan biaya dan waktu, mulailah dengan cara titip merek terlebih dahulu.

ketika sales meningkat, customer base terkumpul barulah mulai dengan metode maklon